February 9, 2024. Viewed : 1,527 views

Dibalik Keindahan Gigi Gingsul yang Perlu Diketahui

Memiliki gigi gingsul membuat makin manis senyuman, bukan? Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mencari cara agar punya gigi gingsul, seperti yang sedang trend di Jepang dan dimiliki oleh beberapa artis papan atas Jepang, seperti Tomomi Itano, Shingo Murakami dan Erika Sawajiri, yang memiliki gigi gingsul atau gigi “Yaeba“.


Perhatikan gigi gingsul dari Tomomi Itano, seorang mantan personil AKB48, yang pernah berkunjung ke Indonesia untuk memeriahkan Anime Festival Asia Indonesia di Jakarta. Dengan tonjolan gigi taringnya, yang menyembul saat ia tersenyum, menambah manis senyumannya yang khas. Atau Shingo Murakami, yang merupakan celebrity terfavorit untuk gigi Yaeba yang dimiliki, ditambah karakternya yang penuh humor, membuat senyumannya semakin hidup. Runner-up untuk gigi Yaeba terfavorit adalah Erika Sawajiri, walaupun bintang cantik ini telah memperbaiki gigi gingsulnya, tapi banyak orang beranggapan bahwa ia lebih cantik dan menarik dengan gigi gingsulnya.

Gigi gingsul sendiri muncul karena tumbuhnya gigi taring tetap disaat gigi taring susu masih belum tanggal, sehingga terjadi penumpukkan pertumbuhan gigi yang sebenarnya merupakan kelainan dari bentuk gigi yang bertumbuh di luar lengkungan gusi pada anak-anak berusia 10-12 tahun, tapi gigi bertumpuk ini malah semakin membuat senyuman semakin menarik.

Trend gigi gingsul atau “Yaeba” yang digemari di beberapa negara Asia ini, malah bisa menjadi boomerang untuk bullying (perundungan) di negara Barat. Gigi gingsul yang lebih dikenal dengan gigi drakula atau vampire di negara Barat menjadi bahan olokan dan dihindari oleh kebanyakan orang. Gigi yang lurus dan berjejer rapih lebih diidamkan, seperti “Hollywood-Smile” yang lebih banyak direkomendasikan oleh dokter gigi.

Penyebab Gigi Gingsul

  1. Keturunan atau genetika
    Gigi yang gingsul, gigi yang tonggos atau gigi yang berantakan bisa juga diwariskan dari orang tua kepada anak, yang mulai terlihat saat perkembangan gigi dan mulut anak, dimana gigi susu terlambat tumbuh karena faktor genetika, sehingga gigi tetap muncul disaat gigi susu yang masih belum tanggal.
  2. Asupan gizi
    Kecukupan asupan gizi sangat mempengaruhi pertumbuhan gigi dan tulang pada anak-anak. Yang mana akan mempengaruhi saat perkembangan gigi dan mulut anak-anak, seperti pertumbuhan rahang atau gusi yang masih terlalu kecil untuk menampung pertumbuhan gigi anak karena dipengaruhi asupan gizi anak.
  3. Kebiasaan menghisap ibu jari atau mengempeng
    Anak yang memiliki kebiasaan menghisap ibu jarinya akan memiliki gigi yang berantakan, gingsul atau gigi tonggos. Karena kebiasaan mengempeng ini akan mengubah gusi yang masih berkembang sehingga mendorong keluar. Pertumbuhan gigi berantakan, gigi gingsul dan gigi tonggos juga bisa dikarenakan kebiasaan mendorong gigi ke arah luar dengan lidah, saat masih anak-anak.

Keindahan Gigi Gingsul yang Harus Diwaspadai

Memang benar, kondisi gigi yang berderet rapih akan lebih baik daripada kondisi gigi berantakan dan tidak beraturan. Gigi yang rapih selain menambah dan meningkatkan penampilan secara keseluruhan juga menyumbang kesehatan bagi tubuh Anda, sehingga kondisi periodontitis yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung karena tulang rahang di bawah garis gusi yang terinfeksi bakteri dan menyebabkan gangguan pada katup jantung, dapat diatasi.

Tentu kondisi gigi gingsul berbeda dengan kondisi gigi berantakan, Kyoreen Dental, sebagai ahli orthodonti, memandang dan menyikapi trend ini, serta memiliki batas toleransi untuk gigi gingsul, agar tidak mengganggu kondisi gigi secara keseluruhan dalam melakukan fungsinya, seperti mengunyah, dan secara estetika untuk menambah keindahan senyuman Anda.

Efek Samping Gigi Gingsul

Batasan toleransi untuk gigi gingsul yang dimaksud Kyoreen Dental juga untuk menjadi perhatian agar tidak menyebabkan efek samping yang dapat mengganggu aktivitas dan membahayakan Anda dikemudian hari. Berikut adalah kemungkinan efek samping yang dapat muncul dari gigi gingsul.

  • Traumatic Occlusion
    Benturan gigi yang terjadi antara gigi atas dan gigi bawah yang tidak presisi, karena salah satu bentuk gigi yang lebih besar dibandingkan yang lain.
  • Periodontitis
    Benturan antara gigi yang terus menerus karena bentuk gigi atas yang lebih panjang dapat menyebabkan dampak fatal bagi kesehatan gigi. Bahkan jika didiamkan akan menyebabkan radang di sekujur akar gigi (periodontitis), kemudian semakin lama terjadi benturan tersebut dapat menyembabkan terbentuknya abses, yakni pembengkakan gusi yang berisi timbunan nanah.

Sumber 1
Sumber 2

 

 

 

Get Your Treatment

Contact Us And Get Treatment